Tampilkan postingan dengan label Kejahatan dan Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejahatan dan Kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

10 Negara dengan Tingkat Pemerkosaan Paling Tinggi di Dunia, Jangan Terkejut...

berikut 10 negara dengan tingkat kejahatan pemerkosaan tertinggi di dunia. Anda akan terkejut membacanya bahwa banyak negara maju seperti Amerika Serikat, Swedia, Prancis, Kanada, Inggris dan Jerman adalah di antaranya.

10. Ethiopia
Ethiopia diperkirakan menjadi salah satu negara dengan tingkat kekerasan terhadap wanita tertinggi di dunia. Sebuah laporan PBB menemukan bahwa hampir 60 persen wanita Ethiopia menjadi korban kekerasan seksual.
Pemerkosaan adalah sebuah masalah yang serius di Etiopia. Negara ini terkenal karena praktik pernikahan dengan penculikan. Denganprevalensi praktik ini di Ethiopia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.
Di banyak bagian dari Ethiopia, itu adalah umum untuk seorang pria,yang bekerja dalam koordinasi dengan teman-temannya, untuk menculik seorang gadis atau wanita, kadang-kadang menggunakankuda untuk memudahkan melarikan diri.
Penculik kemudian akan menyembunyikan istrinya dimaksudkan danmemperkosanya sampai ia menjadi hamil. Gadis berumur sebelas tahun dilaporkan telah diculik untuk tujuan pernikahan. Juga militerEthiopia telah dituduh melakukan pemerkosaan secara sistematisterhadap penduduk sipil.

9. Srilanka
Pasukan keamanan Sri Lanka diduga masih memperkosa danmenyiksa tersangka. Ada tuduhan baru-baru ini bahwa perkosaandan penyiksaan oleh pasukan keamanan Sri Lanka dilakukan selamaempat tahun setelah perang saudara berakhir.
PBB   menemukan bahwa 14,5 persen dari sampel orang Sri Lankatelah dilakukan pemerkosaan di beberapa titik dalam hidup mereka.Sebanyak 4,9 persen telah diperkosa dalam satu tahun terakhir.Sebanyak 2,7 persen telah diperkosa pria lain. Sebanyak 1,6 persentelah mengambil bagian dalam pemerkosaan geng.
Selain itu sebanyak 96,5 persen dari orang-orang yang telahdiperkosa tidak mengalami konsekuensi hukum. Sebanyak 65,8persen tidak merasa khawatir atau bersalah setelah itu. Sebanyak 64,9 persen telah diperkosa lebih dari sekali, dan 11,1 persen telahdiperkosa empat atau lebih. Itu sebabnya negara ini memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.
8. Kanada
Di negara ini dilaporkan total kasus pemerkosaan adalah sebanyak 2.516.918 kasus. Ini hanya enam persen dari total kasuspemerkosaan. Dilaporkan bahwa satu dari tiga wanita telahmengalami kekerasan seksual dan hanya 6 persen dari kekerasan seksual yang dilaporkan ke polisi.
Menurut Hakim Institute of British Columbia, satu dari setiap 17wanita diperkosa, 62 persen dari korban perkosaan terluka secara fisik, 9 persen  dipukuli atau luka-luka.

7. Prancis
Pemerkosaan itu bukan sebuah kejahatan di Prancis sampai tahun 1980. Hukum memperkuat hak-hak dan keselamatan perempuanyang relatif baru di Prancis.
Awal keputusan didasarkan pada undang-undang moral pada abad ke-19. Sebuah undang-undang tentang pelecehan seksual telah disetujui pada tahun 1992 dan satu pada pelecehan moral yangdisahkan pada tahun 2002.
Studi pemerintah menunjukkan ada 75 ribu kasus pemerkosaan di negara itu. Hanya sekitar 10 persen dari korban mengajukan keluhan.Perancis ada di posisi ke-7 dengan total kejahatan dilaporkansebanyak 3.771.850 kasus.
6. Jerman
Diperkirakan sebanyak 240 ribu perempuan dan anak perempuantelah meninggal  di Jerman karena kejahatan ini. Jerman ada dinomor enam dalam kejahatan pemerkosaan tertinggi dengan angka6.507.394 kasus di tahun ini yang benar-benar jumlah yang besar.
Katolik Jerman telah memungkinkan 'pil pencegahan' untuk korbansetelah diperkosa. Negara bergerak maju dalam teknologi, namunsebenarnya bergerak benar-benar mundur dalam hal kemanusiaan.

5. Inggris
Banyak orang ingin hidup atau bahkan mengunjungi Inggris karena merupakan salah satu negara yang paling maju. Tapi mereka pasti tidak harus menyadari bahwa negara ini juga buruk dalam kejahatan pemerkosaan.
Pada bulan Januari 2013, Menteri Kehakiman, Kantor Statistik Nasional (ONS) dan Office Home merilis buletin pertama berjudulSebuah Pandangan Menyinggung Seksual di Inggris dan Wales.
Menurut laporan, sekitar 85 ribu perempuan diperkosa rata-rata di Inggris dan Wales tiap tahun. Lebih dari 400 ribu perempuandiserang secara seksual tiap tahunnya. Satu dari 5 wanita (usia 16-59 tahun) telah mengalami beberapa bentuk kekerasan seksual sejak usia 16 tahun.
4. India
India adalah tempat di mana kekerasan seksual meningkat pesat.Perkosaan di India adalah salah satu kejahatan yang paling umum di India terhadap perempuan. Menurut Biro Nasional Crime Recordsebanyak 24.923 kasus perkosaan yang dilaporkan di seluruh Indiapada tahun 2012.
 Namun para ahli sepakat bahwa jumlah kasus yang tidak dilaporkankekerasan seksual sebenarnya jauh lebih tinggi. Dari data ini, sebanyak 24.470 dilakukan oleh orang tua/keluarga, kerabat,tetangga dan orang lain yang dikenal.
Hal ini menyatakan bahwa orang yang dikenal korban melakukan 98persen dari kasus pemerkosaan yang dilaporkan. Perkiraan terbarumenunjukkan bahwa kasus baru pemerkosaan dilaporkan setiap 22menit di India. Astaga...

3. Swedia 
Swedia memiliki insiden tertinggi pemerkosaan yang dilaporkan di Eropa dan salah satu yang tertinggi di dunia. Satu di antara setiap empat perempuan menjadi korban perkosaan di Swedia. Pada tahun 2010, Polisi Swedia mencatat jumlah tertinggi pelanggaran -sekitar 63per 100.000 penduduk.
Negara ini memiliki kejahatan pemerkosaan ketiga tertinggi di dunia.Pada tahun 2009 ada 15.700 orang melaporkan pelecehan seksual di Swedia, kenaikan 8 persen dibandingkan tahun 2008. Sebanyak 5.940 orang adalah pemerkosaan dan pelecehan seksual (termasukeksibisionisme) menyumbang 7.590 laporan.
Pada bulan April 2009, dilaporkan bahwa kejahatan seks telahmeningkat 58 persen selama sepuluh tahun terakhir. Menurut sebuah studi Uni Eropa pada 2009, Swedia memiliki salah satu tingkattertinggi perkosaan yang dilaporkan di Eropa.
2. Afrika Selatan
Negara ini memiliki salah satu tingkat tertinggi pemerkosaan di dunia, dengan sekitar 65 ribu kasus pemerkosaan dan kekerasanseksual lainnya dilaporkan untuk tahun 2012. Insiden pemerkosaantelah menyebabkan negara itu yang disebut sebagai "ibukotapemerkosaan dunia".
  Komunitas Informasi, Pemberdayaan dan Transparansi mengatakansatu dari tiga dari 4 ribu perempuan telah diperkosa dalam satu tahun terakhir. Lebih dari 25 persen pria Afrika Selatan dalam surveiyang diterbitkan oleh Medical Research Council (MRC) mengakuimelakukan pemerkosaan.
Hampir setengah dari korban mengatakan telah diperkosa lebih dari satu orang. Tiga dari empat dari pelaku yang telah mengakuipemerkosaan menunjukkan bahwa mereka telah menyerangperempuan untuk pertama kalinya selama remaja mereka.
Afrika Selatan memiliki insiden tertinggi pemerkosaan terhadap anak dan bayi di dunia. Jika si pemerkosa dihukum, akan dipenjara sekitar2 tahun.

1. Amerika Serikat 
Di posisi pertama dalam jumlah pemerkosaan tertinggi adalah Amerika Serikat. Laki-laki yang menjadi pelaku pemerkosaanmemegang proporsi 99 persen. Dari semua korban, 91 persen adalah perempuan sementara 9 persen adalah laki-laki.
Biro Statistik Keadilan AS menyatakan bahwa 91 persen dari korban pemerkosaan adalah perempuan dan 9 persen adalah laki-laki, dan hampir 99 persen dari pemerkosa adalah laki-laki.
Menurut Survei Nasional Kekerasan Terhadap Wanita, 1 dari 6perempuan AS dan 1 di 33 pria AS telah mengalami percobaan pemerkosaan atau diselesaikan dalam hidup mereka. Lebih dari seperempat wanita usia perguruan tinggi melaporkan telahmengalami pemerkosaan atau perkosaan upaya sejak usia 14 tahun.
Dari semua, hanya 16 persen dari total kasus yang dilaporkan.Pemerkosaan di luar rumah tidak umum di AS, karena sebagian besar kasus pemerkosaan malah terjadi di dalam rumah.

Selasa, 25 Oktober 2016

PERILAKU KRIMINAL: DITINJAU DARI ASPEK PSIKOLOGIS PELAKU

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
POIN4D.COM
POIN4D, Hampir setiap hari koran maupun telivisi memberitakan kasus-kasus kriminalitas yang menimpa masyarakat.  Bentuknya beragam. Ada  perampokan, pemerasan, perampasan, penjambretan, pembunuhan, perkosaan, pencopetan, penganiayaan,  dan kata lain yang mengandung unsur pemaksaan, atau kekerasan terhadap fisik ataupun harta benda korban.  Berikut ini salah satu contoh berita yang dikutip dari salah satu media di Surabaya. “Tembak  Mati Polisi, Gasak Rp. 1,9 Miliar Perampokan di Bank Mandiri Capem Jl. Bukit Kota, Kota Pinang, Labuhan Batu. Bandit-bandit jalanan itu menembak dua polisi dan satu diantaranya kabur dengan membawa uang hasil rampokan. Polisi sulit mengetahui identitas pada perampok. Sebab mereka menutupi wajahnya dengan kain sebo ketika menjalankan aksinya. Aksi perampokan yang terjadi pukul 10.000 WIB pagi  itu diawali dengan kedatangan sebuah Daihatsu Troper berplat BM. Begitu berhenti di parkiran, beberapa penumpang mobil itu berhamburan turun. Mereka langsung memberondongkan tembakan ke udara. “Empat orang menenteng senpi laras panjang dan dua senpi genggam,”ujar saksi mata di tempat kejadian. Setelah  merobohkan Bripda Lauri, enam perampok masuk ke bank. Mereka menodong kasir lalu memaksanya untuk mengumpulkan uang yang ada di bank. Kasir yang ketakutan buru-buru mengambil semua uang seperti yang diminta perampok (JP, 26 Oktober 2004).    Kengerian, ketakutan, keheranan, kebencian dan bahkan trauma psikologis barangkali yang menjadi kata-kata yang terungkap setelah melihat atau mengalami peristiwa tersebut.  
Banyak sudut pandang yang digunakan untuk memberikan penjelasan fenomena tindakan kriminal yang ada. Pada kesempatan ini saya mencoba dari sisi psikologis pelakunya.  Sudut pandang ini tidak dimaksudkan untuk memaklumi tindakan kriminalnya, melainkan semata-mata hanya sebagai penjelasan. 
RAGAM PENDEKATAN TEORI PSIKOLOGIS PERILAKU KRIMINALITAS Penjelasan tentang perilaku kriminalitas telah diberikan oleh para ahli dari berbagai latar belakang sejak sejarah kriminalitas tercatat. Penjelasan itu diberikan oleh folosof, ahli genetika, dokter, ahli fisika, dan sebagainya. Bermula dari berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan, dan beberapa kajian sebelumnya yang terkait dengan perilaku kriminal, maka pada tulisan ini disampaikan beberapa padangan tentang perilaku kriminal.A.    Pendekatan Tipologi Fisik / Kepribadian Pendekatan tipologi ini memandang bahwa sifat dan karakteristik fisik manusia berhubungan dengan perilaku kriminal. Tokoh yang terkenal dengan konsep ini adalah Kretchmerh dan Sheldon: Kretchmer dengan constitutional personality, melihat hubungan antara tipe tubuh dengan kecenderungan perilaku. Menurutnya ada tiga tipe jarigan embrionik dalam tubuh, yaitu endoderm  berupada sistem digestif (pencernaan), Ectoderm: sistem kulit dan syaraf, dan Mesoderm yang terdiri dari tulang dan otot. Menurutnya orang yang normal itu memiliki perkembangan yang seimbang, sehingga kepribadiannya menjadi normal. Apabila perkembangannya imbalance, maka akan mengalami problem kepribadian.  William Shldon (1949) , dengan teori Tipologi Somatiknya, ia bentuk tubuh ke dalam tiga tipe. a)     Endomorf:  Gemuk (Obese), lembut (soft), and rounded people, menyenangkan dan sociabal. b)     Mesomorf : berotot (muscular), atletis (athletic people), asertif,  vigorous, and bold.c)      Ektomorf : tinggi (Tall), kurus (thin), and otk berkembang dengan baik (well developed brain),   Introverted, sensitive, and nervous Menurut Sheldon, tipe mesomorf merupakan tipe yang paling banyak melakukan tindakan kriminal.  Berdasarkan dari dua kajian di atas, banyak kajian tentang perilaku kriminal saat ini yang didasarkan pada hubungan antara bentuk fisik dengan tindakan kriminal. Salah satu simpulannya misalnya, karakteristik fisik pencuri itu memiliki kepala pendek (short heads), rambut merah (blond hair), dan rahang tidak menonjol keluar (nonprotruding jaws), sedangkan karakteristik perampok misalnya ia memiliki rambut yang panjang bergelombang, telinga pendek, dan wajah lebar.  Apakah pendekatan ini diterima secara ilmiah? Barangkali metode ini yang paling mudah dilakukan oleh para ahli kriminologi kala itu, yaitu  dengan mengukur ukuran fisik para pelaku kejahatan yang sudah ditahan/dihukum, orang lalu melakukan pengukuran dan hasil pengukuran itu disimpulkan.  B.     Pendekatan Pensifatan / Trait Teori tentang kepribadianPendekatan ini menyatakan bahwa sifat atau karakteristik kepribadain kepribadian tertentu berhubungan dengan kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan kriminal. Beberapa ide tentang konsep ini dapat dicermati dari hasil-hasil pengukuran tes kepribadian.  Dari beberapa penelitian tentang kepribadian baik yang melakukan teknik kuesioner ataupun teknik proyektif dapatlah disimpulkan kecenderungan kepribadian memiliki hubungan dengan perilaku kriminal. Dimisalkan orang yang cenderung melakukan tindakan kriminal adalah rendah kemampuan kontrol dirinya, orang yang cenerung pemberani, dominansi sangat kuat, power yang lebih, ekstravert, cenderung asertif, macho, dorongan untuk memenuhi kebutuhan fisik yang sangat tinggi, dan sebagainya. Sifat-sifat di atas telah diteliti dalam kajian terhadap para tahanan oleh beragam ahli. Hanya saja, tampaknya masih perlu kajian yang lebih komprehensif tidak hanya satu aspek sifat kepribadian yang diteliti, melainkan seluruh sifat itu bisa diprofilkan secara bersama-sama.   C. Pendekatan PsikoanalisisFreud melihat bahwa perilaku kriminal merupakan representasi dari “Id” yang tidak terkendalikan oleh ego dan super ego. Id ini merupakan impuls yang memiliki prinsip kenikmatan (Pleasure Principle). Ketika prinsip itu dikembangkannya Super-ego terlalu lemah untuk mengontrol impuls yang hedonistik ini. Walhasil, perilaku untuk sekehendak hati asalkan menyenangkan muncul dalam diri seseorang.  Mengapa super-ego lemah? Hal itu disebabkan oleh resolusi yang tidak baik dalam menghadapi konflik Oedipus, artinya anak seharusnya melakukan belajar dan beridentifikasi dengan bapaknya, tapi malah dengan ibunya.  Penjelasan lainnya dari pendekatan psikoanalis yaitu bahwa tindakan kriminal disebabkan karena rasa cemburu pada bapak yang tidak terselesaikan, sehingga individu senang melakukan tindak kriminal untuk mendapatkan hukuman dari bapaknya.  Psikoanalist lain (Bowlby:1953) menyatakan bahwa aktivitas kriminal merupakan pengganti dari rasa cinta dan afeksi. Umumnya kriminalitas dilakukan pada saat hilangnya ikatan cinta ibu-anak. D. Pendekatan Teori Belajar SosialTeori ini dimotori oleh Albert Bandura (1986). Bandura menyatakan bahwa peran model dalam melakukan penyimpangan yang berada di rumah, media, dan subcultur tertentu (gang) merupakan contoh baik tuntuk terbentuknya perilaku kriminal orang lain.  Observasi dan kemudian imitasi dan identifikasi merupakan cara yang biasa dilakukan hingga terbentuknya perilaku menyimpang tersebut. Ada dua cara observasi yang dilakukan terhadap model yaitu secara langsung dan secara tidak langsung (melalui vicarious reinforcement)Tampaknya metode ini yang paling berbahaya dalam menimbulkan tindak kriminal. Sebab sebagian besar perilaku manusia dipelajari melalui observasi terhadap model mengenai perilaku tertentu.  E.  Pendekatan Teori KognitifPendekatan ini menanyakan apakah pelaku kriminal memiliki pikiran yang berbda dengan orang “normal”? Yochelson & Samenow (1976, 1984) telah mencoba meneliti gaya kognitif (cognitive styles) pelaku kriminal dan mencari pola atau penyimpangan bagaimana memproses informasi. Para peneliti ini yakin bahwa pola berpikir lebih pentinfg daripada sekedar faktor biologis dan lingkungan dalam menentukan seseorang untuk menjadi kriminal atau bukan.  
Dengan mengambil sampel pelaku kriminal seperti ahli manipulasi (master manipulators), liar yang kompulsif, dan orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya mendapatkan hasil simpulan bahwa pola pikir pelaku kriminal itu memiliki logika yang sifatnya internal dan konsisten, hanya saja logikanya salah dan tidak bertanggung jawab. Ketidaksesuaian pola ini sangat beda antara pandangan mengenai realitas.
FAKTOR PENYEBAB PERILAKU KRIMINALITAS Banyak ahli yang telah memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa orang melakukan tindakan kriminal.  Berikut ini kami kutipkan dari beberapa pendapat ahli sebelum orang psikologi membuat penjelasan teoritis seputar 
  1. Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas (Aristoteles)
  2. Kesempatan untuk menjadi pencuri (Sir Francis Bacon, 1600-an)
  3. Kehendak bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial (Voltaire & Rousseau, 1700-an)
  4. Atavistic trait atau  Sifat-sifat antisosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal ( Cesare  Lombroso, 1835-1909)
  5. Hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional (Teoritisi Klasik Lain)
 Kiranya tidak ada satupun faktor tunggal yang menjadi penyebab dan penjelas semua bentuk kriminalitas yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya mencoba mengangkat dua teori yang mencoba menjelaskan mengapa seseorang berperilaku. Teori pertama yaitu dari Deutsch & Krauss, 1965) tentang level of aspiration.  Teori ini menyatakan bahwa keinginan seseorang melakukan tindakan ditentukan oleh tingkat kesulitan dalam mencapai tujuan dan probabilitas subyektif pelaku apabila  sukses dikurangi probabilitas subjektif kalau gagal.  Teori ini dapat dirumuskan dalam persama seperti berikut:V = (Vsu X SPsu) – (Vf X SPf) Dimana: V  = valensi = tingkat aspirasi seseorang su = succed = suksesf    = failure  =  gagalSP = subjective probability Teori di atas, tampaknya cocok untuk menjelaskan perilaku kriminal yang telak direncanakan. Karena dalam rumus di atas peran subyektifitas penilaian sudah dipikirkan lebih dalam akankah seseorang melakukan tindakan kriminal atau tidak.   Sedangkan perilaku yang tidak terencana dapat dijelaskan dengan persamaan yang diusulkan oleh kelompok gestalt tentang Life Space yang dirumuskan B=f(PE). Perilaku merupakan fungsi dari life-spacenya. Life space ini merupakan interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.  Mengapa model perilaku Gestalt digunakan untuk menjelaskan perilaku kriminal yang tidak berencana?  Pertama, pandangan Gestalt sangat mengandalkan aspek kekinian. Kedua, interaski antara seseorang dengan lingkungan bisa berlangsung sesaat. Ketiga, interaksi tidak bisa dilacak secara partial.     
CARA PENANGANAN PERILAKU KRIMINALITAS Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Yang bisa hanya dikurangi melalui tindakan-tindakan pencegahan. a)     HukumanSelama ini hukuman (punishment) menjadi sarana utama untuk membuat jera pelaku kriminal. Dan pendekatan behavioristik ini tampaknya masih cocok untuk dijalankan dalam mengatasi masalah kriminal. Hanya saja, perlu kondisi tertentu, misalnya konsisten, fairness, terbuka, dan tepat waktunya.b)     Penghilang Model melalui tayanganMedia masa itu ibarat dua sisi mata pisau . Ditayangkan nanti penjahat tambah ahli, tidak ditayangkan masyarakat tidak bersiap-siap. c)      Membatasi Kesempatan Seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal dengan membatasi munculnya kesempatan untuk mencuri. Kalau pencuri akan lewat pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri.       d)  Jaga diri Jaga diri dengan ketrampilan beladiri dan beberapa persiapan lain sebelum terjadinya tindak kriminal bisa dilakukan oleh warga masyarakat.  Cara-cara di atas memang tidak merupakan cara yang paling efektif, hanya saja akan tepat bila diterapkan kasus per kasus. Semoga bermanfaat.